Insiden Roy Suryo & Fenomena Sosial Media….


Heboh ulah Roy Suryo, anggota Komisi Pertahanan DPR di pesawat Lion Air Sabtu (26/3/2011) menimbulkan pergunjingan hangat di mikroblogging seperti Twitter. Ada pesan penting dari insiden tersebut.

Sedikitnya terdapat dua pesan penting dari insiden Roy Suryo di kabin pesawat Lion Air yang terjadi akhir pekan lalu. Pertama soal kontrol publik terhadap pejabat negara serta kepatutan pejabat negara di tempat publik.

Kontrol publik terhadap pejabat negara di tengah booming media sosial menjadi cukup signifikan keberadaannya. Insiden Roy Suryo dapat tersiarkan secara meluas ke publik dengan cukup massif.

Itu berkat media sosial seperti mikro blogging Twitter. Atas timeline pemilik akun @ernestprakasa, publik jadi mengetahui persoalan Roy Suryo di pesawat Lion Air melalui jejaring sosial tersebut.

Meski, memang informasi melalui sosial media seperti twitter perlu ada cek dan ricek, informasi yang muncul dari Ernest Prakasa sepatutnya mendapat konfirmasi dan klarifikasi lebih lanjut. Karena tentu, informasi yang disampaikan bersifat satu arah alias sepihak. Berbeda dengan laporan jurnalistik yang memang dituntut cover bothside.

Penjelasan Kapten Vino terkait insiden Roy Suryo pada Minggu (27/3/2011) sedikit banyak memberi gambaran informasi yang cenderung moderat atas insiden Roy Suryo di Lion Air. Ada tujuh poin yang disampaikan Vino terkait insiden tersebut.

Sebagaimana disampaikan sepupu Kapten Vino, Banyu Biru yang juga putera kandung politikus Eros Djarot, Kapten Vino sama sekali tidak menkata-katai Roy Suryo sebagaimana yang bekembang di Twitter.

“Tidak benar dia mengata-katai pejabat kepada Roy Suryo. Melihat dan mengenal pun tidak. Kekesalannya dilandasi oleh kesadaran mengejar timely flight dengan semangat profesionalisme,” ujarnya. Kapten Vino, juga tidak mengetahui dan mengenal Roy Suryo dan Ernest Prakasa.

Kapten Vino bernada keras, sambung Banyu, tidak ditujukan kepada siapapun. Karena ungkapan tersebut didasari keinginan agar 200 penumpang segera bisa segera take off. “Kapten Vino menyatakan semua penumpang punya hak sama karena sudah membeli tiket, harus dihargai dan dilayani dengan baik semuanya,” katanya.

Sebelumnya memang berkembang, Kapten Vino sempat mengatai Roy Suryo dengan kata-kata kasar. Melalui akunnya, Ernest Prakasa menuturkan, dirinya angkat topi dengan kegagahan Kapten Vino.“Saya baru saja mengalami kejadian paling berkesan selama naik pesawat terbang. Melibatkan Roy Suryo, amuk massa dan pilot gagah berani,” tulis Ernest.

Cerita yang disuguhkan Ernest Prakasa memang cenderung menyudutkan Roy Suryo. Namun dari pihak Roy Suryo menepis anggapan yang muncul dari timeline Ernest Prakasa. Roymengaku, dirinya boarding tepat waktu di counter chek-in. “Di antar ke Gate, disobek boarding passdan masuk flight,” tulis Roy di akun twitternya.

Dia melanjutkan, dirinya justru sudah masuk di flight pertama 20 menit sebelum take-off dan duduk terlebih dahulu sebelum mereka (penumpang lainnya, termasuk Ernest).

Terkait penjelasan Kapten Vino ihwal insiden dirinya di Lion Air, Roy kian meyakini, penjelasan Ernest Prakasa berlebihan dan bohong. “Kalau membaca penjelasan Kapten Vino, maka Ernest Prakasa insya allah terbukti bohong dan lebay,” ujar Roy.

Timeline Ernest Prakasa terkait heboh insiden Roy Suryo Sabtu (26/3/2011) sudah tidak tampak lagi saat dilihat Minggu (27/3/2011). Penghapusan timeline dirinya untuk menghindari keributan lebih lanjut. “Drpd ribut,twitbung #CaptVino sudah saya delete. Tetap, respek saya u/ anda Capt.Vino. U’re a gentleman,” aku Ernest pada Sabtu (26/3/2011).

Kasus ini sebenarnya mudah dilacak dimana letak kesalahannya. Penyelenggara penerbangan Lion Air seharusnya memberikan informasi secara detil ihwal salah naiknya Roy Suryo.

Karena dengan logika sederhana, masuknya Roy Suryo di penerbangan yang bukan jamnya, andil pihak maskapai jelas tidak terbantahkan. Pertanyaannya mengapa saat boarding pass dan chek-in Roy Suryo diperbolehkan masuk?

Di atas semua itu, peristiwa kehebohan Roy Suryo menunujukkan antipati publik terhadap pejabat publik kian meningkat. Sikap senderung menyematkan kesalahan terhadap pejabat publik cukup menonjol dalam heboh tersebut.

Meskipun, tak dimungkiri, wacana permintaan perlakuan khusus bagi pejabat DPR pernah mencuat awal bulan ini terkait layananan VVIP di Bandara.

“Parlemen minta fasilitaslah, seperti ruang VVIP, jadi itu kan termasuk ke dalam protokoler, diberikan fasilitas di bandara agar tidak antre juga, itu dimungkinkanlah,” kata anggota DPR Komisi XI Muchtar Amma saat rapat dengar pendapat dengan Angkasa Pura (AP) II di Gedung DPR, awal bulan ini.

Fakta inilah yang akhirnya membawa publik selalu memincingkan mata jika melihat pejabat negara tak terkecuali anggota DPR.

Sumber : Inilah.com

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 29 Maret 2011, in Berita Lokal, Hukum & Kriminal, Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: