Ketika Sepak Bola Memberikan Keuntungan…….


Gelaran AFF Suzuki Cup 2010, tak sekadar kompetisi sepak bola. Dari sudut pandang industri, sisi lain ajang ini menggiurkan. Tak hanya mengumpulkan pundi-pundi, sebagai pencinta sepak bola, kenikmatan mendukung kesebelasan Tanah Air pun didapat.

Siang itu, Rahmad Hamdan, tengah sibuk menata baju dagangannya. Pemandangan yang tak biasa di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK). Saat itu, tak banyak yang membeli. Hanya satu-dua orang saja yang berhenti melihat barang dagangannya. Itu pun tak semuanya membeli.

Kendati kurang laku, Pria asal Demak, JawaTengah itu, tak menunjukan raut wajah yang gelisah. Tak ada rasa khawatir. Malah, canda gurau kerap dilepaskan kepada kawan-kawannya. Kecerian seakan tak mau pergi, siang itu.

Penasaran, Bolanews.com mencoba mencari jawaban dari kejanggalan ini. Ketika diberi beberapa pertanyaan, jawaban pun didapat. Inti dari kecerian itu adalah, “PialaAFF merupakan momen spesial,” ujar Hamdan, beberapa waktu lalu.

Kendati tak mendapat hasil banyak hari ini, hal itu tak menjadi masalah. Pasalnya, keuntungan dari jualan kemarin masih jauh menutupi. “Kemarin banyak baju yang laku dan saya mendapat untung banyak.”

Ya, bagaimana tidak. Keuntungan berkali-kali lipat mampu diraup para pedagang baju tim Merah-Putih “aspal” (asli tapi palsu-Red) yang tiba-tiba menjamur di seputar SUGBK. Hamdan menuturkan, dengan modal Rp 300 ribu, ia mampu mengisi koceknya dengan hasil jutaan rupiah.

“Kalau jualan ketika ada even seperti ini, penghasilan cukup banyak. Modal Rp 300 ribu, bisa untung satu juta lebih. Itu untung ya mas, modal sudah balik. Saya kalau jualan di Jakarta beli barangnya di TanahAbang. Sekalian tinggal di sana juga,” terang Hamdan.

Merespon pertanyaan, kalau tak ada even seperti ini kerja apa? Hamdan mengaku, tetap jualan baju tim di stadion-stadion lainnya. “Saya biasanya dagang di Semarang. Jualan baju PSIS Semarang, baju timnas, juga tim-tim luar negeri. Karena sekarang lagi ada PialaAFF, saya datang ke Jakarta. Ya, namanya juga cari makan.”

“Ketika ada even, keuntungan yang didapat berbeda dengan hari biasa. PadaHari biasa untungnya paling Rp 100 sampai Rp 200 ribu. Itu juga tidak tentu, bahkan kadang-kadang kurang. Tapi jika sedang ada even seperti ini, keuntungan lumayan banyak,” tambah Hamdan.

“Selain cari uang, saya juga bisa mendukung pemain timnas dari dekat. Biarpun jarang masuk stadion, namun rasanya beda dengan melihat di televisi. Suasananyabeda. Apalagi kalau Indonesia menang,” kata Hamdan.

“Dari kecil saya sudah suka sepak bola, makanya dagangannya berbau sepak bola. Kalau even ini sudah selesai, saya akan pulang kampung dan melanjutkan jualan di sana,” pungkas Hamdan.

Pedagang dadakan, tak hanya memenuhi area SUGBK. Ketika timnas latihan, penjaja baju “aspal” itu datang juga ke Lapangan Timnas C, Senayan. Banyak juga peminatnya. Soalnya, setelah timnas berhasil masuk semifinal banyak masyarakat yang menonton latihan.

Uniknya, bukan hanya pedagang dadakan yang tiba-tiba muncul. Suporter yang tergila-gila dengan Irfan Bachdim dan CristianGonzales, juga menyemut. Pun di hotel tempat pemain timnas menginap. Sebuah euforia yang luar biasa!

Sumber : Bolanews

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 13 Desember 2010, in Berita Lokal and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. galakan persatuan untuk menjadi orang pemersatu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: