Inilah Titik Rawan Markus di Ditjen Pajak


Komite Pengawas Perpajakan sudah mengidentifikasi 12 titik rawan praktik makelar kasus dan penyelewengan di Direktorat Jenderal Pajak. Misalnya, proses pemeriksaan, penagihan, dan pengadilan pajak. Lalu, keberatan dan banding pajak serta persidangan.

Ketua Komite Pengawas Perpajakan (KPP) Anwar Suprijadi mengatakan, pengawasan yang hanya dilakukan oleh Direktorat Kepatutan Internal Transformasi Sumber Daya Aparatur membuat Ditjen Pajak berpeluang besar terjadi praktik makelar kasus (markus) dan penyelewengan.

”Jumlah tim investigator hanya delapan orang. Bagaimana bisa mengawasi?” ujar mantan Direktur Jenderal Bea dan Cukai ini, Kamis (15/4/2010).

Inilah titik rawan makelar kasus di Ditjen pajak.


1. Proses pemeriksaan, penagihan, account representative , dan pengadilan pajak
2. Keberatan pajak
3. Banding pajak
4. Pemeriksaan bukti permulaan dan penyidikan pajak
5. Penuntutan
6. Persidangan
7. Wajib pajak bermain dengan konsultan pajak
8. Oknum pajak merangkap sebagai konsultan pajak
9. Oknum pengadilan pajak
10. Main melalui rekayasa akuntansi
11. Main melalui fasilitas pajak
12. Main melalui peraturan pajak

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 16 April 2010, in Berita Lokal and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: