Apa sih Enaknya Jadi Gubernur Bank Indonesia?


Calon Gubernur Bank Indonesia (BI) kembali ramai diperbincangkan menyusul kabar dari Istana Negara bahwa calon-calon tersebut tengah difinalisasi.

Sejumlah nama kembali mencuat sebagai kandidat Gubernur BI. Mereka tak jauh dari nama-nama yang sebelumnya sempat beredar, seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Deputi Gubernur Senior BI Darmin Nasution dan Hartadi Sarwono.

Posisi Gubernur BI banyak diperbincangkan bukan saja karena posisinya yang strategis karena berperan besar mengendalikan inflasi melalui instrumen moneter yang dimiliki.

Namun, sisi lain yang juga menarik perhatian banyak kalangan adalah soal fasilitas dan gaji yang diterima oleh orang nomor satu BI. Apalagi, ketika gaji presiden ramai dibahas, gaji yang dinikmati Gubernur BI pun kembali disinggung sebagai pembanding.

Kalau disuruh pilih antara Dirjen Pajak dan Petinggi BI “Ya jelas memilih BI dong, kan take home pay-nya jauh lebih baik hahaha ….,” kata Darmin saat ditanya ketika menjabat Dirjen Pajak tahun lalu saat namanya disebut-sebut sebagai kandidat petinggi BI.

Jika mengacu pada hasil audit BPK atas laporan keuangan BI pada 2008, fasilitas dan gaji yang dinikmati seorang bos tertinggi bank sentral memang cukup wah. Take home pay seorang Gubernur BI adalah Rp 1,879 miliar dalam setahun. Itu setara dengan Rp 144 juta per bulan.

Sedangkan, untuk jabatan Deputi Gubernur Senior sebesar Rp 1,574 miliar atau setara dengan Rp 121 juta per bulan.

Take home pay itu mengacu pada pos beban umum yang diberikan pada anggota Dewan Gubernur BI. Ini mencakup gaji pokok, tunjangan fungsional, insentif, tunjangan hari raya dan uang penggantian cuti tahunan.

Selain itu, Dewan Gubernur BI juga berhak mendapatkan penghasilan lainnya berupa uang penggantian cuti besar, tunjangan hari tua, tunjangan akhir masa jabatan, uang penghargaan masa pengabdian, uang perpisahan, serta bantuan uang duka.

Fasilitas-fasilitas yang menjanjikan lainnya adalah perumahan, transportasi, kesehatan, telekomunikasi, asuransi kecelakaan kerja, kartu kredit dan olahraga.

Namun, terlepas dari berbagai fasilitas itu, tanggung jawab seorang Gubernur BI juga sangat tinggi. Bahkan, akibat posisinya, tak sedikit anggota Dewan Gubernur BI yang masuk penjara dan terjerat kasus pidana.

Sejumlah mantan Gubernur BI sebelumnya adalah contohnya, seperti Soedradjad Djiwandono, Syahril Sabirin hingga Burhanuddin Abdullah. Kini, Boediono pun disangkut-pautkan dengan kasus bail-out Bank Century.

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 12 Februari 2010, in Berita Lokal, Hukum & Kriminal and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. emang sesuai dengan prinsip manajemen keuangan bahwa “hi risk, hi return”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: