Wooww..!! Seorang petani tabungannya sampe 13 triliun… 2x dana talangan bank century..


Alimin bingung, rekeningnya mendadak bertambah. Bukan main-main, tambahnya Rp 13 triliun. Hampir dua kali lipat dana talangan Bank Century yang dipermasalahkan, Rp 6,7 triliun.

Ceritanya, Alimin yang hanya petani di Parepare, Sulawesi selatan itu, pada September 2008 mendapat transfer dari saudaranya di Kalimantan. Nilainya Rp 1,3 juta. Namun terjadi kesalahan posting. Angka yang seharusnya diketik 1.300.000 menjadi 13.000.000.000.000.

Saat mencetak buku tabungannya, November 2008, Alimin kaget bukan kepalang melihat saldo tabungannya sebanyak itu. Seharusnya saldo yang ia punya hanya Rp 5,7 juta.

“Saya kaget melihat rekening saya bertambah Rp 13 triliun,” kata Alimin seperti diberitakan tvOne, Minggu 7 Februari 2010.

Alimin lalu datang lagi ke Bank Mandiri. Print out itu kemudian diubah. Tapi entah kenapa dalam print out perubahan itu, Alimin malah jadi tekor. Saldonya minus Rp 9 triliun. Dari bahagia campur bingung, Alimin jadi Takut.

Petani yang gundah itu lalu melaporkan kasus ini Polresta Parepare. Polisi lalu menelusuri kasus ini. Mereka menyelidiki mengapa uang sebanyak itu masuk ke rekening sang petani dan mengapa dia tiba-tiba berutang Rp 9 triliun.

Setelah lebih dari setahun, kasus ini heboh lagi akhir pekan ini, lantaran dikabarkan bahwa rekening Alimin masih diblokir sampai sekarang.

DPRD Parepare berencana memanggil pimpinan Bank Mandiri setempat, dan meminta penjelasan soal ini. Apakah uang itu sekedar salah nomer rekening akan ditanyakan kepada Bank Mandiri. Mereka juga akan bertanya dana Rp 13 triliun itu sesungguhnya punya siapa. Dan mengapa duit segunung itu ada di Parepare.

VIVAnews berusaha mengkonfirmasi masalah ini kepada Bank Mandiri pusat di Jakarta. Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri Sukoriyanto Saputro menjelaskan, bahwa memang ada kesalahan saat input data. Yang seharusnya Rp 1,3 juta menjadi Rp 13 triliun. “Terpencet dua kali,” kata dia kepada VIVAnews, Minggu 7 Februari 2010.

Tapi menurut Sukoriyanto, kesalahan itu langsung dibereskan sesaat setelah kesalahan input data itu. Manajemen Bank Mandiri Parepare, katanya, sudah bertemu dengan Alimin di rumahnya. Pertemuan dilakukan pada Januari dan Februari 2009.

Sukoriyanto memastikan bahwa kasus ini sudah tuntas diselesaikan. Rekening Alimin pun, katanya, sudah aktif dan tidak pernah diblokir. Artinya tidak ada masalah lagi. Itu sebabnya, Sukoriyanto heran  kasus ini baru heboh sekarang ini. Ini persisnya Jawaban Mandiri.

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 8 Februari 2010, in Berita Lokal, Hukum & Kriminal, Manajemen, Politik and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: