Hah..!! Babe dan Robot Gedhek ternyata joinan…


Kedekatan Babe dengan Robot Gedhek kembali menimbulkan dugaan jika Babe kerap kali menyuplai anak-anak yang menjadi korban Robot Gedhek.

“Sejak tahun 1995, Babe sering menyuplai anak-anak untuk dijadikan korban untuk Robot Ghedek,” ujar sumber di Polda Metro Jaya, 5 Februari 2010.

Menurut sumber, kedekatan keduanya karena adanya hubungan di mana sama-sama memiliki kelainan seksual, yakni suka menyodomi anak di bawah umur. “Maka itu Babe, juga suka menyuplai anak-anak untuk jadi korban Robot Gedhek,” katanya.

Menanggapi informasi tersebut, Kasat Jatanras Reskrimum Polda Metro, AKBP Nico Afinta mengatakan masih melakukan pendalaman atas informasi tersebut. “Sekarang kita masih fokus untuk penyidikan pembunuhan babe, apakah ada korban lainnya,” ujarnya.

Dia mengakui, tapi tidak tertutup kemungkinan pihaknya akan mendalami informasi tersebut. “Tentunya menjadi bahan bagi Polisi untuk terus mendalami, apakah memang Babe pernah menyuplai anak-anak jalan untuk dijadikan korban bagi Robot Gedhek,” katanya.

Selain itu, penyidik juga akan memdalami dugaan lainnya, di antaranya, apakah Babe pernah bersaksi untuk dalam persidangan Robot Gehdek, apakah memang Babe dan Robot Gedhek pernah menyodomi atau membunuh secara bersama-sama atau Robot Gedhek jadi ‘tumbal’ Babe. “Setiap informasi baru pasti kita akan didalami, tapi harus ada bukti dan fakta yang kuat terkait informasi itu, tidak bisa mengkait-kaitkan dengan informasi yang tidak jelas,” tuturnya.

Namun Nico mengakui, nama babe itu bukan hanya sebutan bagi Baekuni, tapi memang ada nama-nama Babe lainnya. Sebab, setiap orang tua yang suka mengasuh anak jalan kerap kali disapa dengan sebut Babe oleh para anak jalanan.

Sementara itu, pengacara Babe, Haposan Hutagalung saat dihubungi wartawan, membantah adanya dugaan keterlibatan Babe terhadap Robot Ghedek. Di mana Babe pernah menyuplai anak-anak jalanan untuk dijadikan korban Robot Ghedek.

Menurut Haposan, Babe tidak pernah memberikan keterangan seperti itu, jadi informasi itu tidak benar. Memang benar Robot Gedhek dan Babe pun saling mengetahui kebiasaan masing-masing.

“Babe mengetahui jika Robot suka mensodomi dan memutilasi anak-anak jalanan, begitu juga sebaliknya. Robot Gedhek mengetahui kalau Babe suka menyodomi dan memutilasi anak-anak,” katanya.

Haposan mengatakan, perkenalan dua pembantai itu berkisar sekitar tahun 1993-1995. Perkenalan itu karena keduanya juga merupakan anak jalanan di kawasan terminal Pulo Gadung. “Mereka berdua sama gelandangan, dari situlah keduanya akrab dan kebetulan selera mereka sama suka mensodomi anak-anak,” tambahnya.

Namun, menurut pengakuan Babe, lanjut Haposan, korbannya berbeda dengan robot gedhek. “Dia (Babe) tidak pernah membunuh bersama robot. Artinya korbannya berbeda-beda, dan tidak juga mensodomi bersama robot, apalagi menyuplai anak-anak jalan untuk menjadi korban Robot Ghedek,” kata Haposan.

Haposan membantah jika Babe pernah bersaksi dalam kasus Robot Gedhek. “Tidak pernah Babe dipanggil sebagai saksi atas kasus robot, kalaupun ada saksi dengan nama Babe, mungkin itu Babe yang lain, karena sebutan Babe itu cukup banyak di anak jalan,” ujarnya.

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 6 Februari 2010, in Hukum & Kriminal and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: