Pasar Ujungberung Bandung Terbakar, Ratusan Kios Hangus


KOMPAS.com – Tak kurang dari 465 kios dan toko di Pasar Ujungberung, Kota Bandung terbakar, Minggu (17/1/2010) malam. Penyebab kebakaran belum diketahui.

“Belum bisa memastikan apakah peneyebabnya rokok, listrik, atau kompos. Yang jelas api berasal dari tengah-tengah pasar,” ujar Kepala Dinas Kebakaran Kota Bandung Prijo Soebiandono.

Seorang saksi mata Dede (42) menjelaskan jam 20.00 dia mendapat telepon kalau kiosnya terbakar. Saat tiba di pasar, api sudah merembet ke beberapa kios dan toko.

“Saya datang ke pasar juga karena ditelepon teman. Begitu datang sekitar pukul 20.30, api sudah besar sekali. Saya tidak sempat menyelamatkan dagangan,” kata Jojo (36), pedagang pakaian.

Di Pasar Ujungberung terdapat 890 kios dan toko serta sekitar 600 lapak. Sampai berita ini ditulis, hampir semua bangunan di pasar terbakar, tinggal beberapa toko yang ada di pinggir pasar.

Tak kurang dari 60 tangki air diangkut 12 truk pemadam kebakaran untuk memadamkan api. Namun api masih membesar. Sampai saat ini, truk pemadam kebakaran masih mondar-mandir mengantar air. Bahkan, air selokan di dekat pasar disedot untuk memadamkan api. “Api sulit dipadamkan karena angin kencang. Tapi saya yakin jam 24.00 api sudah padam,” kata Prijo.

Pejabat Sementara Perusahaan Daerah Pasar Bermartabat Kota Bandung Ubad Bachtiar mengatakan, kerugian diperkirakan mencapai Rp 800 juta. Itu baru perkiraan kasar berdasarkan kondisi terakhir pasar saat kebakaran.

Kebakaran ini merupakan yang kedua kali. Sebelumnya, pada tahun 2008 Pasar Ujungberung terbakar dan ratusan toko dan kios habis. Para pedagang bahkan sampai saat ini masih menunggu bantuang dari Pemkot Bandung untuk memberi modal agar bisa berdagang lagi. “Tapi sekarang terbakar lagi,” kata Juhaena (36), pedagang.

Kebakaran tersebut menjadi tontotan warga. tak kurang dari 2.000 warga memadati jalan, sehingga mengakibatkan kemacetan dan menghambat pasokan air.

Para pejabat seperti Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda, Ketua DPRD Kota Bandung Erwan Setiawan, dan Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi. Edi mengatakan, nantinya pasar-pasar tradisional akan diasuransikan biar saat terjadi bencana kerugiannya bisa ditepis karena sudah ditanggung perusahaan asuransi.

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 18 Januari 2010, in Bandung & Persib and tagged , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: