Dalam 20 Tahun, RI Bisa Jadi Negara Industri. Lama sekali…?!


VIVAnews – Indonesia berpeluang menjadi negara industri kurang dari 20 tahun ke depan. Perekonomian Indonesia selama ini tersendat karena hanya mengandalkan ekspor hasil sumber daya alam.

Hal itu diungkapkan pada Forum Ekonom Indonesia (FEI) di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu 17 Januari 2010. Forum tersebut merupakan inisiatif dari 16 ekonom dalam negeri.

Para ekonom tersebut antara lain Rizal Ramli, Denni Danuri, Ichsanuddin Noorsy, dan Ikhsan Modjo. Selain itu, Iman Sugema, Ismet Hasan Putro, Ahmad Erani Yustika, Hendri Saparini, serta Revrisond Baswir.

“Indonesia harus segera menyiapkan diri menjadi negara industri,” kata Rizal Ramli.


Rizal menambahkan, Tanah Air berpotensi menjadi negara besar di bidang industri pada waktu kurang dari 20 tahun. Hal itu akan tercapai jika sektor strategis yang menyangkut ekonomi dan lapangan kerja, produk buatan Indonesia, serta industrialisasi di berbagai sektor diterapkan secara berkualitas dan kompetitif.

Meski demikian, saat ini arah industrialisasi nasional tidak jelas. “Rasanya, cita-cita negara industri menjadi terlalu muluk,” tuturnya.

Namun, Iman Sugema optimistis hal itu bisa terwujud. Asalkan, bisa mencapai target tersebut dengan menerapkan kebijakan ekonomi garis konstitusi dan membuat stategi serta kebijakan industri.

Ekonom lain, Fahmi Radhi menambahkan, Indonesia kini lebih mengutamakan ekspor hasil SDA dibanding produk jadi.

Salah satu kelemahan hasil SDA adalah harga jualnya yang lebih rendah dibanding produk jadi. Sayangnya, produk jadi Tanah Air kurang kompetitif untuk dipasarkan di mancanegara. “Sektor industri, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) tidak mampu menghadapi serbuan produk Cina,” kata dia.

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 18 Januari 2010, in Berita Lokal, Sains & Teknologi and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. SDM-nya harus siap bos kalau mau jadi negara industri. di china dan india yang sekarang menikmati pertumbuhan ekonomi sebesar lebih dari 6 persen, mereka sudah memersiapkan SDM sejak 20 tahun lalu, antara lain dengan meningkatkan anggaran pendidikan. Di mereka, sekolah itu amat murah, buku2 juga murah harganya. setahu gue di India sono sekolah S1-S3 biayanya dalam rupiah hanya 15 juta (udah termasuk buku2). Tidak heran mereka bisa mencetak SM2 handal dan terkemuka

    • Betul, kenapa kita tdk berpikir sejak dulu yah…. aku yakin itu pun cuman omong kosong doang…. tp ya mudah2an ajah bener….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: