Kandang kambing kok jadi lautan asmara…. busyet dah…


Anda pernah nonton CD porno “Bandung lautan asmara”? Itu kuno,  di Semarang ada yang lebih baru: “Kandang kambing lautan asmara”. Tapi yang terakhir ini bukan dalam CD, tapi adegan spontan Mbah Karjan, 60, yang kebelet menyetubuhi gadis tetangga di kandang kambing!

Tambah tua mestinya seorang lelaki tambah arif. Hal-hal yang bersifat duniawi mulai dikesampingkan. Perbanyak kegiatan mencari pahala, dan tinggalkan urusan paha. Sebab urusan satu ini, jika diperturutkan takkan ada habisnya. Yang ini sudah mulus, tapi pasti ada yang lebih mulus lagi. Begitu banyak keterbatasan manusia, sehingga takkan mungkin bisa mengimbangi. Seperti dunia komputerlah, setelah Pentium-4, kini muncul Centrino, dan entah apa lagi nanti.

Ini yang tak disadari oleh Mbah Karjan, dari Pandean Lamper Kecamatan Gayamsari, Semarang. Usia sudah pas 12 pelita, tapi nafsunya akan dunia perempuan tak juga surut, tetap rosa-rosa macam Mbah Maridjan. Bagi dia, usia boleh menua sesuai kodratnya, tapi urusan yang satu itu tetap gagah perkasa. “Tampang memang Pepabri, tapi semangat saya masih Akabri kok….,” katanya tanpa malu-malu.

Kelewat enerjik Mbah Karjan ini, sehingga dia suka berkhayal yang enggak-enggak. Misalnya, bagaimana caranya bisa menyetubuhi si Nita, 18, gadis tetangga sendiri yang penampilannya kelewat menthel (genit). Memang, putri tetangga sebelah tersebut kelewat bebas bergaul dengan orang sekitarnya. Maksudnya, dia tak punya batasan ketika berkomunikasi dengan para orang tua. Pada Mbah Karjan misalnya, tanpa rasa sungkan suka goblag-gablog (pukulan sayang), bahkan minta uang segala. Padahal jelas kakek ini bukan famili dekatnya.

Angan-angan nakal dan tak masuk akal ini ternyata belum lama ini benar-benar diterapkan. Kala Mbah Karjan sedang tidur siang, tiba-tiba Nita gedor-gedor pintu minta duit untuk sangu ke sekolahnya di SMA. Kontan niat iseng si kakek muncul. Dengan isyarat jari tangan Mbah Karjan siap memberi uang Rp 50.000, asal Nita mau dijak begituan. Ee, ternyata gadis itu malah menjawab “siapa takut” dan terjadilah hubungan mesum itu kali pertama! Edan nggak, modal Rp 50.000,- Mbah Karjan berhasil mbelah duren jatohan.

Hawa nafsu siembah tertunaikan sudah. Tapi sial, praktek kotor itu kemudian ketahuan warga. Gegerlah penduduk Pandean Lamper. Keluarga Nita tak terima kegadisan putrinya di-”download” situa bangka. Mbah Karjan hampir saja dilaporkan ke polisi. Untung berkat lobi-lobi politik anak istrinya, keluarga Nita bisa dijinakkan lewat uang tutup mulut Rp 1 juta. “Aja dibaleni ya mbah, ngisin-isini (jangan diulangi ya mbah, bikin malu saja),” kata anak-anaknya.

Sadarkah kemudian Mbah Karjan akan perilakunya yang nyasar dan tuwa tuwas (    percuma jadi orangtua) tersebut? Ternyata tidak, sebab Nita sendiri selalu memberikan rangsangan dan pancingan. Maka beberapa hari lalu, untuk kedua kalinya Mbah Karjan berhasil menyetubuhi si gadis tetangga. Ironisnya, lokasi bukan di ranjang nan empuk, melainkan kandang kambing disaksikan para kambing dan ditingkah bau cemendhil (kotoran kambing). Mbeeek, mbeeeek, mbek; begitu kira-kira komentar sikambing jika bisa bicara.

Apes lagi! Ulah Mbah Karjan kali ini kepergok istri sendiri. Untuk kedua kalinya warga dibikin gempar. Tak ada lagi uang tutup mulut, sehingga kisah “Kandang kambing lautan asmara” itu diteruskan ke Polsek Sidodadi. Dalam pemeriksaan Mbah Karjan berterus terang bahwa Nita memang perempuan geleman (mau diajak mesum). “Timbang nyukani dhuwit nganggur, nggih kula cucuk-cucukke (daripada memberi uang gratisan, ya dimanfaatkan benar),” kata Mbah Karjan tanpa malu-malu.

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 16 Januari 2010, in Khusus 18+ and tagged , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Mbah ini memang kelewatan. Gadis ini ketagihan. Singgahi saya ya gan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: