Bhopal, simbol kutukan untuk sebuah kecerobohan manusia…


Tragedi Bhopal terjadi di India dan racun kimia akibat ledakan pabrik Union Carbide, konglomerat AS, tidak sampai ke Indonesia. Namun, getaran duka lara akibat bahaya yang dialami rakyat setempat bergema ke Indonesia. Kita punya Lapindo yang menenggelamkan ratusan hektar lahan di Jatim.

Papua Barat juga pernah diduga memiliki limbah beracun dari pabrik tambang emas milik Freeport Indonesia. Hal serupa juga pernah dialami sebagian warga di Sulawesi di mana PT Newmont pernah dituduh sebagai pencemar air laut.

Karena itu, tragedi Bhopal juga bergema ke Indonesia, yang tidak steril dari bahaya limbah akibat ulah atau kecerobohan perusahaan-perusahaan raksasa.

Untungnya, skala limbah dan durasi waktu pembersihan limbah tidak separah di Bhopal. Namun, kasus Bhopal layak dijadikan sebagai faktor yang membuat pebisnis di Indonesia untuk ekstra waspada.

Kantor berita Reuters menuliskan, tragedi Bhopal hendaknya mengingatkan semua pihak agar bisnis dibuka tidak saja dengan pemikiran, demi penciptaan kesempatan kerja atau pendapatan ribuan dollar AS.

Dengan alasan serupa, pabrik Union Carbide dibangun lebih dari 25 tahun lalu di pusat kota Bhopal. Namun, kecerobohan petugas pabrik menyebabkan pengawasan amat lemah. Hal ini membuat ledakan di pabrik yang menyemburkan racun ke udara, lahan, dan air di sekitarnya.

Tragedi Bhopal menewaskan langsung ribuan orang saat kejadian pada 1984 itu. Namun, hingga kini, 25 tahun setelah ledakan, lahan di sekitar pabrik tertanam racun. Para pakar lingkungan hidup menyebutnya sebagai ”bahaya di dalam bahaya”.

Sisa racun Union Carbide, menurut sebuah studi, tetap meracuni sumber air bagi ribuan warga India di sekitar Bhopal hingga sekarang ini.

”Penelitian kami menemukan, lokasi pabrik dan sekitarnya masih terkontaminasi racun dengan skala tingkat tinggi,” kata Sunita Narain, Direktur Centre for Science and Environment (CSE), think-tank India yang berbasis di New Delhi, Kamis (3/12).

Pada sebuah tes pada Oktober lalu ditemukan tingkat racun yang tergolong tinggi di air dan lahan di luar pabrik. ”Lokasi pabrik dan sekitarnya masih amat berbahaya dan mengancam mereka yang tidak sadar dan meminum air di sekitar eks lokasi pabrik.”

Korban tewas 25.000

Pada 3 Desember 1984, di Bhopal, Negara Bagian Madhya Pradesh, India tengah, pabrik memuntahkan racun sebanyak 30 metrik ton bernama methyl isocyanate (MIC) ke udara dan mengembara ke daerah-daerah sekitarnya yang tergolong sebagai hunian kumuh.

Pemerintah India mengatakan, hanya 3.500 orang yang tewas akibat bencana itu. Namun, para aktivis mengatakan, ada 25.000 orang yang tewas saat kejadian dan setelah kejadian.

Sekitar 100.000 orang lagi kini masih mengidap penyakit akibat kemasukan racun ke dalam tubuh lewat air minum dan akan terus menderita sepanjang hidup oleh racun yang belum juga dibersihkan itu.

Penyakit yang dialami warga penderita itu mulai dari kanker, kebutaan, kesulitan bernapas, kehilangan kekebalan tubuh, gangguan saraf, kemandulan, dan cacat lahir bawaan dari rahim ibu yang tercemar racun. ”Setelah bencana, Union Carbide masih menyebabkan bencana,” kata Rajan Sharma, seorang pengacara yang bermarkas di New York, AS, yang tetap menuntut Dow Chemical, kini pemilik perusahaan Union Carbide.

Dow Chemical membantah bertanggung jawab karena membeli perusahaan sepuluh tahun setelah bencana. Dow Chemical juga mengatakan, Union Carbide sudah menyelesaikan perjanjian penuntasan limbah dengan Pemerintah India pada tahun 1989 dengan pembayaran 470 juta dollar AS kepada warga korban.

”Gugatan pada Union Carbide dan Dow salah arah,” kata Tomm F Sprick, Direktur Union Carbide Information Center.

Apakah Pemerintah India setali tiga uang dengan Union Carbide. Masalahnya, Pemerintah India membantah racun-racun masih ada. Namun, temuan CSE hingga sejauh tiga kilometer dari lokasi pabrik Union Carbide menunjukkan racun masih melekat kuat. Lepas dari itu, pesannya adalah hindari kecerobohan dalam berbisnis.

*Kompas

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 6 Desember 2009, in Berita Dunia, Sains & Teknologi and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: