Misteri hilangnya 50 ribu tentara Persia terungkap…


PersiaMisteri hilangnya 50 ribu serdadu anggota pasukan Raja Cambyses II dari Persia pada 525 Sebelum Masehi diungkap oleh dua ilmuwan bersaudara asal Italia, Angelo dan Alfredo Castiglioni. Mereka menemukan ratusan tengkorak, tulang belulang, senjata perang, dan beberapa perhiasan di Gurun Sahara di wilayah barat Mesir dengan alat pendeteksi logam.

”Kami telah menemukan bukti arkeologi pertama dari laporan sejarah sejarawan Yunani Herodotus,” papar Dario Del Bufalo, anggota ekshibisi dari Universitas Lecce, Italia, kepada Discovery News seperti dikutip Daily Mail kemarin (10/11).

Keberhasilan tersebut diraih berkat kerja keras selama 13 tahun yang dibagi ke dalam lima periode. Penggalian pertama dilakukan pada 1996. Dua ilmuwan yang merupakan saudara kembar itu menemukan sumber mata air yang telah mengering serta sumber mata air buatan dari ratusan pot air. Arcaheology News melaporkan, perhiasan yang mereka temukan terdiri atas kalung perak dan anting-anting. Mereka juga menemukan senjata perunggu berupa pisau belati.

Menurut catatan sejarawan Herodotus, 50 ribu serdadu itu dikirim oleh Raja Cambyses II, putra Cyrus The Great. Mereka bertugas menyerang Oasis Siwa, sebuah oasis di dekat perbatasan Libya-Mesir, dan sekaligus menghancurkan Oracle (semacam pendeta agung) di Kuil Amun yang terletak di tempat tersebut.

Keputusan itu diambil karena para pendeta Kuil Amun menolak mengakui kekuasaan Persia. Alasan lain pengiriman pasukan dalam jumlah besar tersebut adalah karena sang raja khawatir terhadap ramalan Oracle mengenai kematiannya.

Rakyat Mesir kuno memercayai Oracle sebagai salah satu Tuhan yang mampu melihat masa depan. Mereka sering berkonsultasi kepada Oracle sebelum membuat keputusan besar. Pasukan sampai di Oasis setelah berjalan selama tujuh hari di gurun. Tempat tersebut dipercaya para ilmuwan sebagai El-Kharga. Namun, mereka tak terlihat lagi setelah itu.

Pasukan Raja Cambyses II tersebut diperkirakan menghadapi badai pasir raksasa sebelum mencapai tujuan pada 525 Sebelum Masehi. Sejak saat itu, mereka tak pernah kembali dan tak terlihat lagi.

”Angin muncul dari selatan, kuat dan mematikan, berputar menyelimuti pasukan hingga mengakibatkan mereka hilang (terkubur pasir),” bunyi salah satu bagian tulisan Herodotus.

Dua bersaudara penemu kota emas Mesir 20 tahun silam yang dikenal sebagai Berenike Panchrysos itu menggali sepanjang 35 meter dengan tinggi 1,8 meter dan kedalaman 3 meter. Dari situlah mereka menemukan sebuah tempat seperti batu beserta temuan lainnya.

Mereka menduga, tempat itu digunakan pasukan Raja Cambyses untuk berlindung dari badai pasir. ”Ukuran dan bentuk Kuil Amun membuatnya sempurna untuk berlindung dari badai pasir,” ungkap Alfredo Castiglioni kepada Discovery News.

Baru-baru ini, mereka membuat film yang mengisahkan penemuan mereka itu untuk festival film arkeologi Rovereto.

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 12 November 2009, in Berita Dunia and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: