Ketika Menantu “diintervensi” oleh tetangga…


Andaikan anak lelakinya di rumah dan menantu hamil, Barkah, 50, takkan ambil pusing. Tapi yang terjadi justru Fatikah, 26, hamil ketika suaminya 2 tahun jadi TKI. Ternyata yang suka “intervensi” ranjang mantunya justru pemuda tetangga. Langsung saja Barkah ambil sabit dan Sumanto, 32, dibacok crot!

Ternyata perkembangan zaman tak berbanding lurus dengan peradaban. Anak manusia bukan semakin berbudaya dan beradab, justru biadab. Dalam ranah politik misalnya, lembaga KPK yang berusaha memberantas korupsi, justru dikeroyok kepolisian dan kejaksaan. Masalah sosial semakin yang berhubungan dengan tata nilai, makin gawat lagi. Kini anak “dimakan” ayah kandung sering terdengar, mantu “makan” mertua juga sudah lumrah. Sebaliknya mertua “makan” menantu juga sering terdengar.

Ini yang tak dimaui oleh Barkah, seorang mertua yang tinggal di Desa Bulangan Kecamatan Pagentenan, Kabupaten Pamekasan (Madura). Dia tak mau dituduh oleh para tetangga, paling tidak dibatin bahwa telah menghamili anak menantu sendiri, ketika Juwadi, 30, anak lelakinya masih jadi TKI di Malaysia. Karenanya, untuk menghindari kriminalisasi dan pembunuhan karakter, pelaku penghamilan atas diri Fatikah anak menantunya, harus diusut sampai tuntas, tass!

Kalau boleh berterus terang, Fatikah menantu Barkah ini memang cantik. Bodi seksi, kulit putih bersih dan tentu saja betis mbunting padi. Cuma Juwadi saja yang sial, punya bini cakep nggak bisa ngurus secara patut akibat keterbatasan ekonomi. Karenanya, meski cantik dan selalu menimbulkan insprirasi di ranjang, Juwadi harus meninggalkannya sejak dua tahun lalu. Tragis nggak? Di kala dia harus selalu menujukkan “tenaga kuda” pada istri, malah menjadi tenaga kerja luar negeri!

Anehnya, kepergian Juwadi ke Malaysia justru merupakan berkah bagi Sumanto, tetangganya sendiri di Bulangan. Sebetulnya sudah lama anak muda ini merindukan Fatikah, tapi dia tereliminasi dalam “Fatikah Idol” tiga tahun lalu. Meski dia sempat memacari, tapi tak sempat menikahi, apa lagi me……numpaki! Karenanya, meski Sumanto masih mendambakan Fatikah, dia hanya mampu bersetubuh dalam mimpi.

Hil-hil yang mustahal selalu terjadi dalam kehidupan. Yang tak mungkin jadi mungkin, yang mungkin jadi tak mungkin. Dan mendadak kemungkinan Sumanto atas diri Fatikah kembali hadir ketika Juwadi suaminya pergi ke Malaysia sebagai TKI. Nah, sejak tetangga idola itu jauh dari suami, diam-diam Sumanto suka “intervensi”. Karena bahan dasarnya memang ada, keduanya pun lalu nyambung dan Fatikah tak keberatan diajak masuk dalam sarung. “Nggak cuma Sumanto Purbalingga, Sumanto Pamekasan juga bisa “makan” orang…..,” kata Sumanto setelah entuk-entukan (dapat segalanya).

Sedikitnya 10 kali Sumanto berhasil “intervensi” ranjang Fatikah. Karena mantu Barkah ini masih normal, tak lama kemudian dia pun hamil. Ini ditandai dengan perilaku Fatikah yang suka buah asem-asem dan muntah-muntah. Barkah sebagai ayah mertua sungguh nggak enak jika nanti dituduh warga menghamili mantu sendiri. Karenanya Fatikah lalu diinterogasi untuk menjawab 30 pertanyaan. Maka jawabnya bla bla bla, di mana tak kurang dari 12 kali menyebut nama Sumanto.

Agar tuduhan warga itu tak sampai mencuat, Barkah segera mengadakan perhitungan. Pas dia menyabit rumput, kok unclug-unclug Sumanto datang. Langsung saja ditanya tentang soal “intervensi” ranjang Fatikah. Eh, mengelak! Langsung saja clurit disabetkan ke kaki Sumanto hingga terkapar mandi darah. Sementara pacar gelap Fatikah dilarikan ke Puskesmas, Barkah menyerahkan diri ke Polsek Pagantenan. “Sebetulnya saya nggak mau intervensi Pak, tapi ini menyangkut harga diri, ya terpaksa,” kata Barkah di depan polisi.

Yaak, nggak mau intervensi, lagaknya seperti presiden saja!

*Poskota

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 3 November 2009, in Hukum & Kriminal and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: