Mogok masak Istri ditonjok….


Andaikan Marsih, 39, tak mogok masak, mungkin tak terjadi drama kompor mendarat di kepala. Tapi bisa saja dibalik: bila suami tak main selingkuh, tak mungkin Marsih ogah masak. Mana yang benar, tak tahulah. Yang jelas kepala Marsih benjol-benjol gara-gara dilempar Kadam, 45, pakai kompor minyak! busyet….

Tak bisa dipungkiri, urusan perut dan bawah perut, seorang lelaki bisa lepas kontrol. Ketika perut lapar, sedangkan di rumah tak ada makanan, seorang suami bisa marah-marah dan main tempeleng pada istri. Paling gawat kaum lelaki dalam urusan bawah perut. Bila soal makanan paling-paling melepas tinju, pada urusan bawahnya perut dia bisa lepas kontrol sampai tega lepas…..celana! ups… hehe..

Ironis sekali, bukan? Tapi begitulah kaum Adam, termasuk Kadam, warga Kelurahan Baturetno Kecamatan Kota, Tuban (Jatim). Dalam rangka pemuasan nafsu bawah perut, dia sampai hati mengkhianati tali perkawinan yang telah dijalinnya sejak 10 tahun lalu bersama Marsih. Padahal, profesi sehari-hari Kadam hanyalah menjadi tukang becak, yang cuma banyak genjotannya tapi sedikit uangnya. Lalu bagaimana dia harus mengongkosi aksi-aksi mesumnya bersama gendakan?

Kalau Bung Karno dulu bilang: berikan 10 pemuda, akan kugoncang dunia; Kadam justru bilang pada istri: “Berikan aku 10 ribuan sepuluh, akan kugoyang sejumlah wanita!” Tentu saja kata-kata itu hanya dalam hati, ketika dia minta duit pada istri yang ngakunya untuk urusan lain. Padahal aslinya, bukan untuk kebutuhan lain, tapi demi “si imin”. Tapi ya memang begitulah kelakuan Kadam, setelah doyan selingkuh dia doyan pula bohong.

Awalnya Kadam memang jadi kepala rumahtangga yang baik. Berapa  pun penghasilannya narik becak, selalu diberikan seutuhnya pada istri. Bila dia butuh uang untuk rokok misalnya, kembali dicadong oleh Marsih. Tapi gara-gara rokok itu pula, Kadam belakangan menjadi pria punya selera. Maksudnya, bila sebelumnya nrima “jatah” dari istri, kini seleranya meningkat pada wanita lain. Dan sejak itu pula Kadam mulai jadi praktisi selingkuh.

Hanya saja, untuk jadi peselingkuh memerlukan anggaran besar dan selalu ada cost-cost tak terduga. Karena profesinya hanya tukang becak, lalu bagaimana mengatasinya? Ya main bohonglah. Biasanya penghasilan utuh Rp 50.000,- atau Rp 75.000,- sehari masuk ke rumah, kini sering dibilang: tarikan sepi. Padahal aslinya, Kadam baru saja narik janda ke ranjang mesum. “Habis nggenjot, nggenjot lagi…..” begitu katanya tanpa beban.

Sekian lama punya mitra strategis nan romantis, akhirnya ketahuan Marsih. Tapi masih juga Kadam mengelak bahkan menuduh istrinya sebagai pembunuhan karakter dan kriminalisasi profesi. Tapi Marsih sudah tak percaya lagi, sehingga rumahtangganya jadi  sarat dengan cekcok. Klimaksnya, Kadam sering kena embargo. Tak hanya urusan di bawah perut, tapi juga perut. Maksudnya, sengaja Marsih tidak memasak biar suaminya kapok ngrentengi wedokan (baca: banyak pacar).

Aksi embargo urusan perut kembali berlangsung kemarin siang. Saat Kadam pulang narik becak, Marsih malah ngobrol di rumah tetangga, tak mau masak. Nah,  betapa marahnya lelaki ini, begitu membuka lemari makan tak ada makanan. Istrinya dipanggil, begitu menghampiri langsung ditempeleng. Tak cukup dengan itu, kompor minyak diangkat dan dilemparkan ke kepala istrinya, grobyakkkk. Marsih yang mencoba menangkis, jari jemarinya terluka. Sementara suaminya pergi, istri malang ini melapor ke Polres Tuban dengan mengusung pasal KDRT.

Yang doyan selingkuh Kadam, yang kena getahnya pak polisi.

*Poskota

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 30 Oktober 2009, in Berita Dunia, Hukum & Kriminal and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: