Hah..!! Mak Erot dilibatkan dalam soal ujian SD…


Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Sidoarjo Agus Budi Tjahjono, mengaku adanya kalimat seronok dalam soal ujian Bahasa Indonesia Kelas 6 SD karena human error. Ironisnya, pembuat soal itu merupakan guru teladan.

Meski demikian, Agus tidak mau menyebut siapa nama pembuat soal ujian itu. Dia hanya menyebut penanggung jawab soal Bahasa Indonesia itu merupakan guru teladan Tahun 2004 lalu. “Kami sudah klarifikasi ke tim yang membuat soal Bahasa Indonesia itu dan ternyata karena human error,” ujarnya saat ditemui di Kantor Dindik, Jalan Raya Pahlawan, Sidoarjo.

Faktor lain yang menyebabkan kalimat seronok itu muncul, karena proses editing kurang maksimal. Sehingga, soal yang berisi kalimat seronok yang tidak seharusnya disuguhkan ke siswa itu terlanjur diedarkan.

Untuk tim perumus soal ujian itu, lanjut Agus terdiri dari tujuh orang dan satu penanggung jawab. Pembentukan tim perumus naskah ujian dilakukan 1 Oktober lalu. Selanjutnya tim bekerja untuk membuat soal yang akan diujikan saat UTS (Ujian Tengah Semester) siswa SD.


“Untuk membuat soal itu diberi waktu sepekan. Ternyata saat bersamaan, penanggungjawab soal Bahasa Indonesia itu sibuk karena ada hajatan mengkhitankan anaknya,” imbuh mantan Kepala Dinas Koperasi, UKM dan Sumber Daya Energi Pemkab Sidoarjo ini.

Karena alasan punya hajatan inilah, akhirnya editing soal ujian Bahasa Indonesia itu tidak maksimal. Pihaknya baru mengetahui kalau dalam soal itu ada kalimat seronok, saat soal itu sudah dibagikan ke sebanyak 500 sekolah SD di Sidoarjo.

Dari keterangan penanggung jawab tim pembuat soal UTS SD itu diketahui naskah berbau porno itu diambil dari guntingan media massa terbitan Mojokerto. Guntingan berita itu yang ditempelkan pada lembar halaman depan. Sebenarnya, lanjut dia, begitu pihaknya mengetahui ada kalimat berbau porno itu sudah berusaha untuk menghubungi Kepala Cabang Dinas di 16 Kecamatan. Dengan harapan, Kacab Dindik meneruskan ke pihak sekolah di kecamatan masing-masing.

Karena ada imbauan itu, pihak sekolah kemudian menghapus kalimat seronok itu dengan stipo. Adapula, guru yang membacakan soal ujian itu. Namun, apadaya, upaya itu tidaklah mujarab.

Kalimat seronok yang dihapus itu masih terlihat. Sebagian tidak dihapus sehingga menimbulkan keresahan di kalangan wali murid dan masyarakat. Bahkan, menimbulkan kecaman dari elemen masyarakat.

Agus mengaku, sejak mencuatnya soal berbau porno itu langsung mengumpulkan bawahannya, termasuk kepala bidang yang menangani masalah itu serta tim perumus soal itu. “Setelah saya kumpulkan dan saya tanyakan kronologisnya, baru jelas semuanya,” imbuhnya.

Dari upaya itu, lanjut Agus, identifikasinya sudah mengarah kepada salah seorang staf Dindik Sidoarjo yang bertanggung jawab terhadap pembuatan soal UTS Bahasa Indonesia untuk SD. Meski begitu, Agus mengelak saat diminta menyebutkan siapa nama maupun inisial pelaku.

Walaupun pelakunya sudah transparan, Agus mengaku tidak gegabah. “Kalau akibat human error, pasti akan ada sanksinya,” beber Agus yang mengaku saat ini masih konsentrasi untuk menelusuri kasus ini lebih lanjut.

Gara-gara soal ujian porno itu, bukan hanya Polres Sidoarjo yang turun tangan. Namun, memantik perhatian aparat Polda Jatim. Kamis siang kemarin, tiga orang aparat di instansi tersebut sudah mendatangi Agus untuk mencari data-data lapangan.

Ketiga petugas dari Polda Jatim itu menanyakan kronologis soal UTS porno itu. “Petugas dari Polda Jatim datang menemui saya untuk minta penjelasan kronologis mengapa perisiwa ini sampai terjadi. Kronologisnya sudah saya jelaskan,” ujar Agus.

Selain Polda Jatim, Satuan Reskrim Polres Sidoarjo juga sudah memintai keterangan siswa SD yang mengerjakan soal Bahasa Indonesia. Ini langkah awal untuk menguak kasus ini. “Kita sudah memintai keterangan siswa SD, selain itu kita juga masih menggali keterangan dari beberapa saksi,” ujar Kasat Reskrim Polres Sidoarjo AKP Agung Pribadi.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf ikut berkomentar keras terkait soal ujian berbau porno itu. Bahkan, Gus Ipul sudah memerintahkan Suwanto, Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Jatim untuk membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus itu.

“Dalam kasus ini yang salah harus ditindak tegas. Agar dikemudian hari, kecerobohan itu tidak terulang lagi. Tidaklah pantas kalau siswa SD disuguhi kalimat seronok seperti itu,” ujar Gus Ipul usai menutup kegiatan TMMD (TNI Manunggal Masuk Desa) di Desa Bulang Kecamatan Prambon, Sidoarjo.

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 30 Oktober 2009, in Berita Lokal and tagged , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: