Munti, TKI asal Jombang itu meninggal setelah disiksa majikannya di Malaysia…


TKI asal Jombang, Jawa Timur, bernama Munti binti Bani akhirnya meninggal dunia, Senin (26/10) pukul 10.10 waktu setempat, setelah dirawat di Rumah Sakit Tengku Ampuan Rahimah, di Klang, Selangor, sejak Selasa akibat disiksa majikannya.

“Kami turut berduka, sedih, dan prihatin karena masih ada lagi pembantu Indonesia yang disiksa parah, bahkan kini hingga meninggal dunia di rumah sakit,” kata Dubes RI untuk Malaysia Da`i Bachtiar, di Kuala Lumpur, Senin.

Jenazah akan dikirim secepatnya ke kampung halaman di Desa Pondok Jeruk Barat, Kecamatan Ringin Agung, Jombang, Jawa Timur, setelah selesai menjalani otopsi rumah sakit dan urusan keimigrasian selesai.

Diperkirakan, Rabu ini jenazah sudah bisa dibawa ke keluarganya di Jombang, Jawa Timur. “KBRI juga akan mengurus semua dana santunan yang berhak dia terima termasuk asuransi,” kata mantan Kapolri itu.

Dubes berharap kepolisian dan aparat penegak hukum Malaysia dapat menegakkan aturan dan rasa keadilan bagi korban serta memberikan hukuman setimpal untuk majikannya yang beretnis India itu.

Dubes Da`i Bachtiar sempat menjenguk korban di rumah sakit, Jumat lalu, tetapi tidak bisa berkomunikasi karena Munti tidak sadarkan diri dan dirawat di ruang ICU.

“Ketika menjenguk korban, saya bertemu dengan kepala polisi Klang, Selangor. Dia menceritakan, kedua majikan Munti yakni Vanitha dan Murugan sudah ditahan dan kini dalam tahap interogasi,” katanya.

Menurut tiga dokter yang merawat Munti, korban mengalami patah tulang yakni di pergelangan tangan, di tulang rusuk, dan tulang punggung akibat benturan benda keras.

“Selain itu, ada luka yang terlalu lama di kaki yang mengakibatkan infeksi dan kondisi fisiknya merosot. Akibat kondisi fisik yang sangat lemah, tim dokter tidak berani untuk melakukan operasi patah tulangnya,” ujar Da`i.

Menurut informasi KBRI, Munti mempunyai suami Suparno dan tiga orang anak yang tinggal di Jombang. “Suaminya sudah dihubungi dan sudah siap menerima jenazah korban di Jawa Timur,” kata Da`i.

Penyiksaan yang dialami Munti meliputi kepalanya dibotaki, dipukuli dengan besi, dan disuruh tidur di WC. Polisi Malaysia melakukan serbuan ke sebuah rumah di kawasan Taman Sentosa, Klang Selangor, Selasa, dan menyelamatkan Munti.

Ketika diselamatkan, Munti ditemukan dalam keadaan tangan dan kakinya terikat dan tidak sadarkan diri dengan luka-luka parah di bagian badannya, demikian media massa Malaysia melaporkan, Rabu pekan lalu.

Cedera yang dialami Munti parah karena terdapat luka hampir lima sentimeter sehingga terlihat tulang pada kakinya diduga dipukul dengan batang besi.

Pembantu itu bisa diselamatkan polisi Malaysia setelah ada laporan dari seorang pengacara Malaysia etnis India, Gerald Lazarus.

Gerald mengaku kepada media massa Malaysia telah menerima informasi adanya penyiksaan itu dari seorang wanita yang meneleponnya. Informasinya, ada seorang wanita yang tidak sadarkan diri dalam WC.

Ketika tiba di lokasi, Gerald tidak berani masuk karena ada seorang laki-laki berdiri di pintu luar. Gerald mengaku kemudian segera melaporkan kejadian ini ke kantor polisi Sentosa.

Setelah menerima laporan Gerald, lima orang polisi langsung ke lokasi dan menemui korban dalam keadaan tidak sadar di sebuah WC rumah majikannya. Pembantu Indonesia itu kemudian dilarikan ke rumah sakit Tengku Ampuan Rahimah.

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 27 Oktober 2009, in Berita Dunia and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Subhanallah….
    sampai kapan para pekerja kita selalu mendapatkan perlakuan seperti ini…
    apakah ini sebanding dengan hasil yang mereka terima?
    apakah pantas mereka menerima perlakuan seperti ini?

    sungguh sangat disayangkan…
    mereka yang bermimpi bekerja diluar sana dan memperoleh hasil yang mereka impikan,
    tapi justru mereka mendapatkan kenyataan yang sangat pahit…

    apakah pemerintah kita masih belum bisa memberikan layanan yang istimewa bagi pemberi devisa negara?
    apakah pemerintah masih saja enggan membantu serta menjaga hak dan kewajiban para TKI negeri ini?

    semoga saja dengan pembentukan kabinet terbaru ini, segala masalah yang dialami oleh para pemasok devisa ini bisa segera mendapat perlakuan serta layanan yang pantas.
    semoga saja hal2 seperti ini bisa dikurangi, bahkan kita sangat mengharapkan hal seperti ini segera dapat teratasi…
    Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: