Busyet..!! Keluarga miskin punya identitas plus rumahnya pake stiker…


Pemerintah Kabupaten Sleman berencana menempeli stiker di rumah-rumah keluarga miskin kabupaten itu yang jumlahnya sekitar 23 persen. Penempelan stiker itu dimaksudkan untuk mempermudah penyaluran berbagai program pengentasan kemiskinan.

“Selain stiker, keluarga miskin juga akan diberikan kartu identitas miskin,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sosial, dan Keluarga Berencana Sleman Kriswanto, dalam jumpa pers rilis data miskin 2009, Rabu (21/10).

Menurut dia, dari total 283.593 keluarga di Sleman, 65.157 keluarga di antaranya (23 persen) dinyatakan miskin pada 2009 ini.

Stiker berwarna kuning dan kartu itu saat ini sudah dalam proses distribusi ke tiap-tiap keluarga. Nantinya, keluarga miskin diwajibkan menempelkan stiker itu di pintu utama rumah mereka.

Kriswanto menambahkan, dengan stiker itu pihak luar atau swasta jadi lebih mudah jika akan menyalurkan sendiri bantuan terkait kemiskinan.

Penempelan stiker juga berfungsi sebagai kontrol sosial masyarakat. Masyarakat diminta melaporkan ke Disnakersos KB jika ternyata rumah yang terdapat stiker itu sebenarnya tidak layak disebut miskin.

“Stiker itu juga akan menjadi motivasi psikologis bagi keluarga miskin agar berusaha keluar dari jerat kemiskinan,” kata Kriswanto.

Ketua Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Sleman Yuli Setijono mengatakan, data ini menjadi data tunggal kemiskinan pertama yang dimiliki Pemkab Sleman. “Sebelumnya, setiap instansi memiliki data kemiskinan yang berbeda-beda,” katanya.

Penetapan keluarga miskin didasari pada 14 kriteria Badan Pusat Statistik, di antaranya rumah berlantai tanah/kayu/bambu, sumber penerangan bukan listrik, hanya sanggup makan 1-2 kali sehari, dan tidak memiliki barang/tabungan yang mudah dijual dengan nilai Rp 500.000

Namun, Yuli mengatakan data itu hanya akan digunakan untuk menyalurkan berbagai program kemiskinan yang berasal dari anggaran Kabupaten Sleman. Untuk tahun 2009 ini, Yuli mengatakan terdapat total Rp 52 miliar dana pengentasan kemiskinan dari berbagai instansi.

“Untuk program-program pengentasan kemiskinan tingkat nasional, datanya masih akan memakai data BPS,” ujarnya.

*Kompas

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 21 Oktober 2009, in Berita Lokal, Unik & Nyeleneh and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: