Ini dia ciri-ciri khusus Syaifudin Zuhri (SJ), ternyata ada ditelinganya….


Dua buron kasus terorisme, Syaifudin Zuhri bin Jaelani alias Ustad SJ dan M Syahrir dipastikan tewas dalam penggerebekan di RT 01 RW 03, Kelurahan Cempaka Putih, Ciputat Timur, Tangerang, Banten, Jumat 9 Oktober 2009.

Menurut Kepala Rumah Sakit Polri Soekanto, Kramat Jati, Brigadir Jenderal Aidi Rawas, proses identifikasi dua jenazah dilakukan dengan data-data primer seperti DNA dan sidik jari. Identifikasi juga menggunakan dan data-data sekunder, yang meski secara keilmuwan kalah tingkatannya dengan data primer.

“Contohnya, kalau punya tahi lalat, ada di pipi kanan, dioperasi sedikit hilang atau pindahin ke jidat, jadi orang lain kan?,” kata Aidi di markas Besar Kepolisian, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Senin 12 Oktober 2009.

Meski demikian, Polri mencoba transparan. Ditambahkan dia, dari data-data sekunder itu ditemukan ciri-ciri umum SJ dan Syahrir.

Untuk Syahrir, “Ada tahi lalat di sudut mata kanan,” kata Aidi. “Ada 10 ciri  umum dan relatif khusus,” tambah dia.

Sementara, untuk Syaifudin Zuhri bin Jaelani atau Ustad SJ, tambah Aidi, dari foto miring ke kanan, yang selama ini beredar, ciri-ciri khusus SJ tak bisa dilihat.

“Ternyata ciri fisik sangat signifikan, [yakni] telinga sobek di bagian bawah. Ciri-ciri lain ada sembilan,” ujar Aidi, sambil menunjukan foto SJ, menunjukan ada sobek di telinga kirinya.

SJ dan Syahrir diduga terkait dengan pemboman Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton pada 17 Juli 2009.

Dalam  pengeboman di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton 17 Juli 2009 lalu, SJ, seperti halnya iparnya, Ibrohim, punya peran penting. Dia adalah pimpinan  lapangan sekaligus perekrut pelaku bom, Dani Dwi Permana dan Nana  Ikhwan Maulana.

SJ juga berperan merekam seluruh persiapan dan kejadian teror bom di dua hotel nahas tersebut. Di sela-sela proses rekaman pernyatan Dani dan Nana, SJ menyerukan kalimat, “Amerika hancur, Australia hancur, Indonesia hancur.”

Sementara, saudaranya Syahrir diduga kuat memiliki keterampilan merakit bahan peledak. Dia adalah mekanik pesawat terbang dan pernah bekerja di sejumlah maskapai peenrbangan.

*Vivanews

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 12 Oktober 2009, in Berita Lokal and tagged , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: