Data intelejen itu ternyata tidak terbukti…


Fakta intelejen menurut pidato SBY tidak terbukti. Waduh bagaimana ini yah? Atau mungkin karena udah disebut duluan dalam pidato SBY, mereka yang akan berniat buruk kepada negara ini menjadi mundur? Yah, meneketehe…

”Masih berkaitan dengan intelijen, diketahui ada rencana untuk melakukan kekerasan dan tindakan melawan hukum berkaitan dengan hasil pemilu. Ada pula rencana untuk pendudukan paksa KPU pada saat nanti hasil pemungutan suara diumumkan. Ada pernyataan akan ada revolusi jika SBY menang. Ini intelijen, bukan rumor, bukan isu, bukan gosip.” (Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menanggapi ledakan bom di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, 17 Juli 2009).

Rapat pleno terbuka untuk penetapan dan pengumuman hasil rekapitulasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2009 akhirnya berlangsung di Kantor KPU, Jakarta, Sabtu (25/7). Pengamanan Gedung KPU di Jalan Imam Bonjol itu pun dibuat superketat sejak rekapitulasi penghitungan suara hasil pilpres, 22 Juli.

Pada hari yang menentukan bagi ketiga pasang capres dan cawapres peserta pemilu itu, pengamanan semakin ketat. Selain pagar kawat berduri dan berbagai kendaraan polisi dan Tim Gegana Brigade Mobil Polri yang sudah ada sejak beberapa hari sebelumnya, kemarin juga hadir lima panser TNI dan sebuah mobil Barracuda milik Polri. Kelima panser itu disebar di sisi kiri dan kanan Gedung KPU.

Pemeriksaan barang dan identitas pengunjung juga diperketat. Barang bawaan diperiksa berkali-kali.

Meskipun penjagaan di sekitar Gedung KPU demikian mencolok, setiap pasangan capres-cawapres terlihat santai. Capres nomor urut 3, Jusuf Kalla, menyempatkan diri bermain golf sebelum ke KPU. Ia baru tiba di rumah dinasnya pukul 09.40 dan berangkat ke KPU bersama cawapres Wiranto pukul 10.00.

Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono yang ditetapkan sebagai pengumpul suara terbanyak dalam pilpres menyempatkan diri mampir ke markas tim suksesnya, Fox Indonesia, yang berada di Jalan Teuku Umar, Menteng, sebelum berangkat ke KPU. Ia tiba di Gedung KPU beberapa saat setelah pasangan JK-Win.

Pasangan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto memilih tidak hadir.

Proses penetapan dan pengumuman hasil pilpres oleh KPU berjalan lancar. Tak ada gangguan berarti sepanjang pelaksanaan rapat pleno tersebut.

Tak terbukti

Kekhawatiran atas rencana pendudukan KPU maupun demonstrasi oleh pendukung pasangan capres-cawapres yang kalah dalam pemilu tak terbukti. Sejak proses rekapitulasi dilakukan, unjuk rasa baru ada Sabtu siang seusai KPU menggelar rapat pleno terbuka penetapan dan pengumuman hasil pilpres. Namun, unjuk rasa yang berlangsung di tengah hujan lebat itu berjalan damai.

Sekitar pukul 13.00, pengamanan Kantor KPU pun mulai dikendurkan. Beberapa kendaraan taktis yang sebelumnya disiagakan sudah dipindahkan. Demikian pula gulungan kawat berduri sudah dipindahkan hingga di pinggir trotoar KPU. Jalan Imam Bonjol pun akhirnya kembali dibuka.

Karena data intelijen yang disampaikan Presiden Yudhoyono tak terbukti, Koordinator Juru Bicara Pasangan Kalla-Wiranto, Poempida Hidayatulloh, berharap Presiden Yudhoyono mencabut pernyataannya terkait akan adanya upaya pendudukan paksa Gedung KPU. ”Kalau perlu, minta maaf kepada rakyat Indonesia,” ujarnya.

Koordinator Teknologi Informasi, Tabulasi Suara, dan Relasi KPU Tim Kampanye Megawati-Prabowo, Arif Wibowo, mengatakan, secara etik dan moral, Presiden seharusnya meminta maaf, khususnya kepada pihak-pihak yang dituduhnya hendak menduduki KPU dan mengganggu jalannya pemilu.

”Jika tudingan itu diarahkan ke kami, jelas kami tidak akan pernah melakukannya. Kami bermain dalam jalur demokrasi formal dengan menempuh jalur hukum jika tidak puas dengan hasil pemilu,” katanya.

Sewaktu dihubungi, Juru Bicara Kepresidenan Andi Mallarangeng menolak jika Presiden harus meminta maaf dan mencabut pernyataannya. ”Jika tak terjadi apa-apa di KPU, alhamdulillah. Itu berarti aparat keamanan sudah mengantisipasinya sehingga mereka yang akan melakukan upaya tersebut tidak jadi melakukannya karena bisa diketahui publik dan aparat mencegahnya,” ujarnya.

Sumber : Kompas

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 26 Juli 2009, in Hukum & Kriminal, Politik and tagged , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Ternyata kalau lidah sangat lentur, tidak pernah keseleo. Sangat sedikit orang yang punya itu. mungkin mereka orang sakti.

  1. Ping-balik: Selamat Pagi | Update Blog Terbaru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: