Inilah cara “Gila” Syeh Puji menjadi pengusaha sukses…


spujiPujiono Cahyo Widianto atau yang terkenal dengan Syekh Puji membeberkan cara-cara menjadi seorang pengusaha dalam Talk Show “Cara Gila Menjadi Entrepenuer” yang digelar dalam rangka Dies Natalis Universitas Muria Kudus (UMK), Jateng, Sabtu (20/6).

Menurut pemilik PT Sinar Lendoh Terong tersebut, untuk mencapai sukses menjadi seorang pengusaha bukan diraih dengan cara mudah dan justru diperlukan cara “gila” untuk mewujudkannya.

“Memang benar, membutuhkan cara yang `gila` untuk sukses berwiraswasta,” katanya.

Ia mengatakan, tidak semua orang berani mengambil keputusan menjadi pengusaha apalagi menjamin kesuksesan sehingga, butuh kebulatan tekad dan kecermatan. Menurut dia, syarat sebagai seorang pengusaha adalah harus tajam melihat peluang, berani mengambil keputusan dan motivasi untuk berkembang dan maju.

“Agar sukses, kita jangan takut untuk gagal dengan target-target yang sudah ditetapkan,” katanya. Cara `gila`, menurutnya, adalah cara yang beda dan lain dari yang dilakukan oleh kebanyakan orang.

Sebelum sukses seperti sekarang, Pujiono telah mengalami perjuangan panjang yang sulit dan susah. Ia mengatakan, dahulu ketika perantauan di Jakarta, pernah menjalani profesi sebagai penjaja jagung bakar selama dua hari, menjadi kuli bangunan dua minggu, dan satu bulan sebagai kernet.

“Bekal Sebagai sales di sebuah perusahaan Amerika yang ada di Jakarta lah saya menjalani wiraswasta,” kata Pujiono. Sebagai sales, Puji menjalani profesinya dengan cara berbeda dari sales lain. “Sales lain selalu saja diarahkan oleh manajer. Itu cara yang biasanya,” katanya.

Pujiono menjelaskan, cari cara yang lain. “Jika, sales lain baru bekerja setelah mendapat pengarahan dari manajernya, saya justru sudah berengkat kerja selepas subuh,” katanya. “Hasilnya, lima tahun berprofesi sebagai sales, sudah terkumpul Rp 450 juta,” kata Puji.

Dengan uang ini, kata dia, digunakan sebagai modal membuka usaha di Semarang pada 1990. Ia menambahkan, agar sukses menjadi seorang pengusaha harus menjadi pengusaha murni dan menciptakan hal baru. “Aqua misalnya, dikenal karena punya inisiatif membuat air minum kemasan,” katanya.

Pujiono mengatakan, memilih usaha Kaligrafi atau `relief` gambar dengan media kuningan, karena pada ketika itu masih langka. “Jadi punya pangsa pasar tersendiri,” katanya.

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 20 Juni 2009, in Manajemen, Motivasi, Tips & Trik and tagged , . Bookmark the permalink. 9 Komentar.

  1. Hebat … Sya ingin sekali sukses seperti anda… Tlg bgm cara nya tlg bos puji. Tims

  2. Duitte/uangnya banyak banget,pantes gadis2 ingin dinikahi oleh syekh puji.menurutku tak apalah nikah itu ibadah dari pada uangnya habis untuk berzina tanpa ada ikatan pernikahan lebih baik terus terang untuk nikah. apalagi menikahi gadis miskin,itu baru menolong perempuan.masih banyak orang yang berselingkuh,berzina,dan kumpul ayam tanpa ada ikatan pernikahan.kenapa hanya syekh puji yang dibenci????

  3. waahh, mantab saya suka dengan jalan pikiran syekh,, berani untuk bertindak.. jgan takut akibatnya> walhasil luar biasa syekh

  4. saya tidak setuju dengan istilah cara gila saya lebih setuju dengan menyebut nya cara sukses

  5. ehm jadi ketajaman melihat pangsa pasar ya,,,bagus bagus saya sudah lumayan mengerti,thanks ya

  6. hebat juga metodenya syeh ini walau kadang kelewat gila…

  7. terlepas dari kontroversi soal kawin-nya, syeh puji ternyata oke juga ya buat berusaha..

    manstab.. manstab..

  8. Woowwww…

    Cara2 seorang enterpreneur itu memang sangat menkjubkan..

    Berani mengambil resiko, itu kunci utamanya……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: