Nokia dan Samsung rencana bangun pabrik ponsel di Indonesia…


“Nokia sedang melakukan studi kelayakan usaha, apakah akan membangun full manufackturing ataukah hanya merakit separuh perangkat handphone di Indonesia. Samsung juga demikian,” kata Direktur Industri Telematika Departemen Perindustrian, Ramon Bangun di Jakarta, Selasa (16/6).

Menurut Ramon, jika kedua perusahaan pemegang merek dagang telefon genggam terkemuka itu jadi berinvestasi di Indonesia maka hal itu merupakan sesuatu yang sangat positif dan akan didukung pemerintah.

Konsumen di Indonesia akan mendapat harga yang jauh lebih kompetitif, dapat menyerap tenaga kerja serta menghemat devisa negara.

Ramon mengatakan Nokia sangat serius dengan rencana membangun pabrik telefon genggam tersebut mengingat selama ini perusahaan tersebut menguasai lebih dari 50 persen pangsa pasar di Indonesia.

Samsung memiliki prospek yang sangat besar membangun pabrik di Indonesia mengingat perusahaan ini sebelumnya telah membangun pabrik elektronik di Indonesia.

“Samsung hanya mengajukan izin perluasan ke Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) karena mereka sudah memiliki pabrik elektronik di Indonesia. Kelihatannya mereka juga serius,” kata Ramon.

Pemerintah melalui Departemen Perindustrian, katanya, akan membantu mempermudah pemberian perizinan investasi bagi perusahaan-perusahaan asing.

Sementara itu pertumbuhan pasar telepon genggam dalam negeri terus meningkat setiap tahun dengan rata-rata pertumbuhan sekitar 15% per tahun. Saat ini jumlah telepon genggam yang beredar di Indonesia diperkirakan mencapai 80 juta unit dengan jumlah nomor yang beredar sebanyak 110 juta.

Ramon memperkirakan jumlah telepon genggam baru yang beredar di Indonesia setiap tahun mencapai sekitar 20 juta unit dengan rata-rata usia pemakaian maksimal empat tahun.

“Pasar handphone dalam negeri akan terus tumbuh. Pasar kita belum jenuh karena jumlah penetrasi handphone belum sebanding dengan jumlah penduduk,” kata Ramon.

Ia memperkirakan pertumbuhan industri telepon genggam dalam negeri terus berkembang di waktu-waktu mendatang dengan perkiraan jumlah nomor yang beredar sekitar 130-140 juta nomor atau 60-70 persen dari total penduduk Indonesia yang saat ini mencapai 230 juta jiwa.

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 17 Juni 2009, in Berita Dunia, Sains & Teknologi and tagged , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: