Suit suiit… Pertumbuhan ekonomi RI naek kelas….


Di tengah kondisi krisis global, semua negara mengalami pertumbuhan ekonomi yang cenderung negatif, kecuali beberapa negara seperti Indonesia, China, dan India. Tahun ini, Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 4%, atau tercepat di antara negara-negara Asia Tenggara lainnya.

Morgan Stanley dalam laporannya tentang keempat negara anggota BRIC menjelang pertemuan puncak BRIC di Kota Yekaterinburg, Rusia pekan ini memprediksi angka pertumbuhan RI sebesar 3,7%.

Para pemimpin BRIC dalam pertemuan 16 Juni akan menekankan posisi mereka dalam percaturan global menyusul penguasaan 15% atas ekonomi dunia dan 42% cadangan devisa.

Menurut lembaga riset tersebut, format BRIC yang yang mencakup 4 negara dengan ekonomi besar tersebut, sebaiknya diperluas melibatkan Indonesia. Hal ini mengingat pertumbuhan Indonesia kwartal pertama 2009 termasuk yang tertinggi di Asia Tenggara.

Bandingkan dengan penurunan sebesar 6% di Malaysia, Singapura dan Thailand. “Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 7% di 2011 cocok dengan kriteria fromat BRIC,” kata Chetan Ahya, ekonom Morgan Stanley yang berbasis di Singapura.

Menurutnya, negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara ini akan tumbuh 60% dalam 5 tahun menjadi US$ 800 miliar menyusul kestabilan pemerintahan, rendahnya biaya modal, dan rencana mengucurkan dana US$ 34 miliar untuk membangun jalan, pelabuhan, dan pembangkit listrik sampai 2017.

“Investor ingin melihat kelompok aset di negara ini dengan lebih serius. Kestabilan politik, membaiknya keuangan pemerintah, dan keunggulan alami dari demografi dan sumber komoditas mampu mendorong pertumbuhan Indonesia,” imbuh Chetan Ahya.

Terkait kemunkinnan Indonesia tergabung dalam BRIC, Rahmat Gobel, wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri, Teknologi dan Kelautan mengatakan, pertumbuhan ekonomi domestik sekitar 4% bisa menjadi modal bagus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi.

“Setelah 4 tahun Indonesia sudah didera macam-macam, dari tsunami, gempa bumi, dan berbagai peristiwa negatif, pertumbuhan kita masih bagus. Sekarang bagaimana kita memanfaatkannya, Ini adalah kesempatan kita,” tandasnya.

Wacana memasukkan Indonesia dalam BRIC pertama kali diungkapkan Goldman Sachs pada 2008 silam. Seperti diketahui, istilah BRIC diperkenalkan ekonom Goldman Sachs Group Inc, Jim O’Neill untuk menggabungkan negara yang segera bergabung dengan AS dan Jepang sebagai perekonomian terbesar pada 2050.

Goldman membuat daftar sejumlah negara seperti Bangladesh, Mesir, Indonesia, Iran, Meksiko, Nigeria, Pakistan, Filipina, Korea Selatan, Turki, dan Vietnam dalam rangka mencari BRIC baru.

Kriteria yang digunakan adalah negara dengan stabilitas ekonomi makro, kematangan politik, keterbukaan perdagangan dan kebijakan investasi, serta kualitas pendidikan. Menurut O’Neill, memasukkan Indonesia ke dalam BRIC merupakan suatu hal yang masuk akal.

Artinya, ini sebuah pesan bagi Indonesia yang indikator negara BRIC-nya terus meningkat, terutama selama 10 tahun belakangan. “Sebenarnya, Meksiko yang paling mendekati ketimbang Indonesia. Meski di belakang Meksiko, status Indonesia sudah menyamai,” ungkapnya.

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 16 Juni 2009, in Berita Lokal, Politik and tagged . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: