Jembatan Suramadu (5438 m), hasil karya anak bangsa….


Suramadu”Tenaga ahli dan pekerja konstruksi Indonesia sudah mampu membangun jembatan bentang panjang. Setelah membangun Jembatan Suramadu (5.438 meter), kami siap membangun jembatan di mana pun,” kata Danis H Sumadilaga, Direktur Bina Teknik Ditjen Bina Marga Departemen Pekerjaan Umum.

Jembatan cable stay bridge Suramadu memang tidak hanya dipelajari kontraktor Indonesia, tetapi pegawai PU, akademisi, dan mahasiswa.

Tuntasnya Suramadu ada di depan mata. Pekan ini, tinggal mengaspal approach bridge sisi Surabaya. Hampir pasti, jembatan diresmikan hari Rabu (10/6) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Namun, pembangunan jembatan lain menanti di negeri kepulauan ini. Jembatan tak cuma menghubungkan pulau, tapi ”melangkahi” sungai-sungai, selebar ribuan meter.

Kini, PU mendesain Jembatan ”panjang” Tayan (1.200 meter) di Kalimantan Barat. Tujuannya untuk menumbuhkan ekonomi selatan Kalbar. Bila jembatan selesai, perjalanan melintasi Trans-Kalimantan penghubung Samarinda-Balikpapan-Banjarmasin-Palangkaraya-Pontianak tak terhambat Sungai Kapuas.

”Kami juga berniat membangun Jembatan Serangan-Tanjung Benoa. Sedang dihitung ketinggian idealnya sebab kapal melintas di bawah jembatan dan pesawat terbang rendah di perairan Tanjung Benoa sebelum mendarat di Ngurah Rai,” kata Danis.

Jadi kini, bangsa ini sanggup membangun jembatan panjang tanpa bantuan negara lain, dengan catatan ada dana. Tak jadi soal bila mengimpor material. Sebab belajar dari Suramadu, adanya 30 persen bahan produksi China, seperti stayed cable, lebih disebabkan tak tercapainya skala ekonomis bila dibuat di Indonesia.

Optimisme tinggi membangun jembatan panjang telanjur merasuki banyak pemda. Ada rencana Jembatan Teluk Kendari (700 meter), di Sulawesi Tenggara; Jembatan Penajam (4.000 meter) di Teluk Balikpapan; dan Jembatan Nunukan (4.200 meter) di Kalimantan Timur. Belum lagi, megaproyek Jembatan Selat Sunda (31 kilometer), berbiaya Rp 92 triliun. Jembatan itu akan menghubungkan Jawa dan Sumatera.

Sumber : Kompas

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 6 Juni 2009, in Sains & Teknologi and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: