Cerita di balik bilik suara…


“Sastro…”. Seorang kakek berjalan masuk sebuah TPS. “Silahkan ambil Kek, semuanya ada empat”. Kata petugas TPS. “Kok banyak sekali, Kakek pengin yang umum aja, ini kan pemilu…”. Kata si kakek. “Iya Kek, ini juga pemilu resmi pemerintah… semuanya juga dapat empat surat suara…”. Kata petugas TPS menjelaskan. Si Kakek manggut2 lalu masuk ke bilik suara. “Saya harus melakukannya demi negeri ini…. ” kata si Kakek dalam hati. Cukup lama si kakek berada di dalam bilik. Akhirnya si Kakek keluar dari bilik suara. “Den, pusing yah… partainya banyak… orangnya ngga Kakek kenal…?”. keluh si Kakek ke petugas jaga kotak suara. “Iya Kek… pemilu sekarang memang beda. Kek, yang kuning masukin ke kotak kuning, biru ke biru, hijau ke hijau dan merah ke merah yah Kek”. Kata petugas TPS tsb. “Iya Den…, hmmm nasib negeriku berada dalam kotak ini….”gumam si Kakek. Ketika mau keluar, seorang petugas memanggil..” Kakek Sastro… jarinya belum dicelupin ke tinta…”. “Ooo harus di celupin ya Den… memang untuk apa?”. Tanya si Kakek sambil mencelupkan kelingking kirinya. “Sebagai tanda, agar bisa dipastikan bahwa yang bersangkutan telah mengikuti pemilu…”si petugas menjelaskan. “Hmmm mungkinkah ada yang bermain curang demi negeri ini ?”kembali si Kakek bergumam. Ketika ia hendak pergi menggunakan sepeda motor bebek tujuh puluhnya, tiba2,”Kek, maaf Kek….”. “Iya Den, ada apa lagi… ada yang ketinggalan yah..?”tanya si kakek heran. “Ngga kok Kek, cuman maaf ongkos parkirnya belum…” sahut orang tsb.  “Oooo… pemilu sekarang ada biaya parkirnya toh….?”tanya si kakek. “Bukan pemilu Kek, saya liat motor Kakek Sastro kepanasan, saya tutupin pake kardus bekas yang ada dirumah… cuma masalahnya, kebetulan kardusnya lagi dipake mainan anak saya, dan anak saya nangis karena mainannya di ambil oleh saya… terus saya janji akan saya kasih jajan anak saya nanti….. kebetulan saya tidak memiliki uang itu, makanya saya minta ongkos parkir untuk mengganti janji saya kepada anak saya itu Kek….”demikian orang tsb cerita. “Janji kamu harus kamu tepatin…. ini ongkosnya terimalah… orang seusia saya tidak terlalu banyak mengharap lebih kecuali kebahagian anakmu dan cucuku….” sahut si Kakek. “Dan masih banyak lagi yang seperti mereka dinegeri ini….” kembali gumam si kakek. “Maksud Kekek..??” tanya si tukang parkir ngga ngerti. “Kamu ngga tau… sebenarnya pemilu merupakan sebuah implementasi kekuasaan manusia terhadap dirinya sendiri… disitulah mereka berebut suara dan kedudukan. Mudah2an ini adalah arah menuju kebaikan semua… bukan perseorangan atau kelompok… Sudahlah kakek mau pulang, panas….”.

About Den Bagoes

Satu detik waktu ke depan, adalah sebuah angan... Satu detik waktu berjalan, meraih sebuah kenyataan.... Satu detik waktu kebelakang, tinggalah sebuah kenangan.... Manfaatkanlah waktumu...

Posted on 9 April 2009, in Humor, Politik and tagged , . Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Bravo idenya. Walaupun dikirain akhir ceritanya bakal lucu…

  2. hwehe. ayak ayak waek.

    v(^_^)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: